Jurnal Arsitektur Komposisi

Jurnal Arsitektur KOMPOSISI wadah informasi bidang Arsitektur berupa hasil penelitian, artikel hasil pemikiran (gagasan konseptual), review hasil penelitian dan buku baru (dimuat atas undangan), obituari, maupun tulisan ilmiah terkait.

Volume 10 Nomor 6, Oktober 2014 :

  1. PERKEMBANGAN KAWASAN PECINAN SEMARANG
  2. PEMANFAATAN MARKA JALAN SEBAGAI BATAS TERITORIAL PERILAKU PADA SUNDAY MORNING MARKET UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
    KASUS STUDI: JALAN OLAHRAGA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
  3. PERSEPSI PEMANFAATAN LAHAN FASILITAS UMUM DAN LAHAN TERBUKA SEBAGAI RUANG INTERAKSI ANTAR WARGA KOMPLEK PERUMAHAN
    KASUS STUDI: KOMPLEK PERUMAHAN PURI TIMOHO ASRI 2 DI YOGYAKARTA
  4. PERILAKU ADAPTASI MASYARAKAT MENANGGAPI AREA PARKIR DI JALUR PEJALAN KAKI
    KASUS STUDI: KAWASAN RUKO BISNIS SOLO BARU, SUKOHARJO, JAWA TENGAH
  5. UNSUR – UNSUR BANGUNAN PEMBENTUK KARAKTER ARSITEKTURAL PADA KOMPLEKS GEREJA KATEDRAL BOGOR

Volume 10 Nomor 5, April 2014 :

  1. TATA BANGUNAN PADA JALAN D. I. PANJAITAN DAN JALAN ALI MAKSUM DI YOGYAKARTA
  2. PEMANFAATAN RUANG PUBLIK SEBAGAI WADAH TRANSAKSI KULINER PADA LURUNG KAMPUNG PAJEKSAN – JOGONEGARAN, YOGYAKARTA
  3. SAWITRI (SAMPAH WISATA PENTINGSARI): MODEL PENGELOLAAN SAMPAH AKTIVITAS WISATA DESA PENTINGSARI, YOGYAKARTA
  4. IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR STRUKTUR RUANG KOTA YOGYAKARTA YANG MENDUKUNG FUNGSI PASAR TRADISIONAL BERINGHARJO
  5. BENTUK DAN MAKNA ATAP KELENTENG SAM POO KONG SEMARANG

Volume 10 Nomor 4, Oktober 2013 :

  1. KONSEPSI LANGGAR SEBAGAI RUANG SAKRAL PADA TANEAN LANJANG
  2. TRANSFORMASI DESAIN RUMAH TINGGAL DI PERUMAHAN PADMA RESIDENCE (BANTUL, YOGYAKARTA) SAAT DITEMPATI
  3. ANALISIS POLA TATA RUANG TERBUKA TEPIAN SUNGAI WINONGO DI KAMPUNG BUDAYA BANGUNREJO
  4. ANALISIS PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN LAYANG JANTI TERHADAP PERKEMBANGAN TATA RUANG KAWASAN JANTI
  5. PENERAPAN KONSEP TRIAS POLITICA PADA MORFOLOGI DAN TIPOLOGI KOTA WASHINGTON, D. C. DAN CANBERRA

Volume 10 Nomor 3, April 2013 :

  1. EVALUASI PERFORMA VENTILASI ALAMI PADA DESAIN BUKAAN RUANG KELAS UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
  2. SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI DAN BUATAN DENGAN ECOTECT RADIANCE PADA STUDIO GAMBAR
  3. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM REKONSTRUKSI RUMAH PASCA GEMPA YOGYAKARTA 2006 DI DUSUN NGIBIKAN, BANTUL
  4. FENOMENA PERUBAHAN BENTUK BANGUNAN RUMAH TINGGAL DI DESA SODO PALIYAN, GUNUNG KIDUL
  5. PERKEMBANGAN ARSITEKTUR VERNAKULAR ATONI

Volume 10 Nomor 2, Oktober 2012 :

  1. FENG SHUI PADA TATA LETAK MASSA BANGUNAN DI KELENTENG SAM POO KONG
  2. IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PEMBENTUK KARAKTER ARSITEKTURAL BANGUNAN GEREJA KRISTEN JAWA KLASIS YOGYAKARTA UTARA
  3. TATA RUANG DAN ELEMEN ARSITEKTUR PADA RUMAH JAWA DI YOGYAKARTA SEBAGAI WUJUD KATEGORI POLA AKTIVITAS DALAM RUMAH TANGGA
  4. RENOVASI AKUSTIK GEDUNG KONSER PASCASARJANA INSTITUT SENI INDONESIA (PS-ISI) YOGYAKARTA
  5. PENINGKATAN KUALITAS RUANG JALAN PADA FUNGSI KOMERSIAL DI KAWASAN CANDI BOROBUDUR

Volume 10 Nomor 1, April 2012 :

  1. MERANCANG ULANG KOTA: LANGKAH ADAPTASI DALAM MENCIPTAKAN KOTA BERKELANJUTAN
  2. TRANSFORMASI RUANG KAMPUNG KAUMAN YOGYAKARTA SEBAGAI PRODUK SINKRETISME BUDAYA
  3. MODEL REKONSTRUKSI RUMAH PASCA GEMPA DI YOGYAKARTA DAN KLATEN
  4. PENATAAN RUANG HALTE TRANS JOGJA DI BANDARA ADISUCIPTO YANG BERBASIS ERGONOMI DENGAN PROGRAM THE SIMS 3
  5. ANALOGI MUSIK-ARSITEKTUR MELALUI PROSES TRANSFORMASI PADA SIMULASI PERLUASAN GEREJA KATEDRAL BOGOR

Volume 9 Nomor 2, Oktober 2011 :

  1. KARAKTERISTIK FACADE BANGUNAN DALEM DI SISI UTARA JALAN MONDORAKAN, KOTAGEDE, YOGYAKARTA
  2. PERUBAHAN POLA TATA RUANG PADA KARANG DESA ADAT JATILUWIH DI BALI
  3. MAKNA BUDAYA PADA SISTEM ZONASI DAN SIRKULASI RUMAH TRADISIONAL DI DESA UBUD KELOD, BALI
  4. IMPLIKASI POLA PENATAAN PERABOT TERHADAP KEEFEKTIFAN FUNGSI ZONA SIRKULASI PADA RUMAH INDEKOS
  5. FAKTOR PENGARUH DALAM HUBUNGAN AKTIVITAS FORMAL-INFORMAL DI RUANG JALAN JENDERAL SUDIRMAN, SALATIGA
  6. PEMAKAIAN PERANGKAT LUNAK DIALUX SEBAGAI ALAT BANTU PROSES BELAJAR TATA CAHAYA

Volume 9 Nomor 1, April 2011 :

  1. FAKTOR PENENTU DALAM MEMILIH BAHAN BANGUNAN LOKAL BAGI PENDUDUK DUSUN TIRTO PASCA GEMPA BUMI
  2. PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMILIH PEMANFAATAN ULANG DAN DAUR ULANG BAHAN BANGUNAN PASCA GEMPA BUMI
  3. PENERAPAN KONSEP PERANCANGAN SMART VILLAGE SEBAGAI LOCAL GENIUS ARSITEKTUR NUSANTARA
  4. ACOUSTIC WALL PANELS CONSTRUCTED FROM PADDY-STRAWS
  5. FENOMENA PEMILIHAN BAHAN BANGUNAN PADA HUNIAN DI SURABAYA DAN PERMUKIMAN DI KALI CODE
  6. IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK FACADE BANGUNAN UNTUK PELESTARIAN KAWASAN PUSAKA DI KETANDAN, YOGYAKARTA
  7. REVITALISASI BANGUNAN LAMA SEBAGAI UPAYA KONSERVASI KOTA

Volume 8 Nomor 1, April 2010:

  1. KAMPUNG KERAJAAN SEBAGAI ELEMEN REVITALISASI KAWASAN PUSAT KOTA KALABAHI
  2. PENGHAWAAN ALAMI PADA RUMAH TINGGAL LIMAS PANGGUNG DI KAWASAN 4 DAN 5 ULU PALEMBANG DENGAN ANALISIS COMPUTATIONAL FLUIDS DYNAMICS
  3. KAJIAN TERHADAP ELEMEN RUANG TERBUKA SEBAGAI RUANG POTENSIAL DALAM PERANCANGAN SISTEM EVAKUASI GEMPA BUMI
  4. SENSASI BUNYI SEBAGAI STIMULUS PENDEKATAN PERANCANGAN ARSITEKTUR MELALUI INTERPRETASI KONSEPTUAL TERHADAP KARAKTERISTIK MUSIK LITURGI
  5. EVALUASI PURNA HUNI RUMAH SEMENTARA PASCA GEMPA DI GANTIWARNO DAN WEDI, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH
  6. DESAIN GALERI SENI LUKIS BERDASARKAN PENGARUH SPEKTRUM CAHAYA LAMPU TERHADAP SUASANA RUANG
  7. TATA CAHAYA YANG NYAMAN BAGI PASIEN PADA INTERIOR RUMAH SAKIT TINGKAT MADYA
  8. KONSEP TATA SPATIAL DI BALIK UPACARA ADAT PINTU DESA PADA PERMUKIMAN SUKU DAWAN DI DESA KAENBAUN DI PULAU TIMOR
  9. KERANGKA KONSEPTUAL PEMIKIRAN DANIEL LIBESKIND DALAM KONTEKS PRINSIP DAN METODE PERANCANGAN ARSITEKTUR

Volume 7 Nomor 2, Oktober 2009:

  1. IDENTIFIKASI PERUBAHAN HUBUNGAN SISTEM TATANAN RUANG DENGAN SISTEM AKTIVITAS PADA JALUR BUS PATAS TRANS JOGJA
  2. KAJIAN TERHADAP POTENSI KAMPUNG BALUWARTI SEBAGAI ELEMEN PEMBENTUK CITRA KOTA SURAKARTA
  3. KONSEP PERANCANGAN ARSITEKTUR GEREJA MASA KOLONIAL DI YOGYAKARTA
  4. PENGALAMAN PENGAMATAN FENOMENOLOGI PADA PERMUKIMAN SUKU DAWAN DI DESA KAENBAUN KEPULAUAN TIMOR
  5. STUDI KAJIAN PERBANDINGAN TINGGI DAN LEBAR TRITISAN PADA BANGUNAN DI YOGYAKARTA
  6. ARSITEKTUR POST-MODERN SEBAGAI EKSPRESI KOMPLEKSITAS BUDAYA
  7. RELEVANSI ANTARA PRINSIP-PRINSIP PERANCANGAN KOTA YANG BERSAHABAT DENGAN MANUSIA MELALUI NILAI-NILAI KONSERVASI
  8. HUBUNGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN TANTANGAN PERILAKU PADA AKTIFITAS USAHA DI SEKITAR HALTE SEBAGAI RESPON TERHADAP KEBERADAAN BUS PATAS TRANS JOGJA

 

Comments are closed.